Lebaran Yatim dan Disabilitas di MIN 1 Mempawah
MEMPAWAH – Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti MIN 1 Mempawah pada Kamis pagi (25/6/2026). Mulai pukul 08.00 WIB, pihak madrasah menggelar peringatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H. Acara yang mengusung tema "Pesan Inklusif dari Jiwa Anak Untuk Negeri" ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian sosial dan merajut kebersamaan tanpa sekat.
Sejak pagi, anak yatim serta anak-anak yang kurang mampu berkumpul di area madrasah. Ruangan yang didekorasi sederhana namun hangat itu mendadak penuh dengan senyum dan tawa riang. Rangkaian acara berupa penyerahan santunan dan bingkisan kasih sayang sebagai bentuk kepedulian nyata dari Kementerian Agama dan keluarga besar MIN 1 Mempawah.
Tema yang diangkat tahun ini membawa pesan mendalam bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar. Melalui tema ini, MIN 1 Mempawah ingin menegaskan bahwa setiap anak, apa pun latar belakang dan kondisinya, memiliki hak yang sama untuk bahagia, belajar, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.
Kepala MIN 1 Mempawah, H. Ahmad Darwis, S.Ag., S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan yang menyentuh hati ini. Beliau menekankan pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang ramah dan inklusif bagi semua anak.
"Peringatan Lebaran Yatim dan Disabilitas ini bukan sekadar agenda tahunan atau kegiatan berbagi biasa. Ini adalah penegasan komitmen kita bersama di MIN 1 Mempawah untuk mewujudkan pendidikan yang ramah anak dan inklusif. Pesan inklusif dari jiwa anak-anak kita hari ini mengingatkan kita semua bahwa di hadapan Allah SWT, kita semua sama. Tugas kita sebagai pendidik dan masyarakat adalah memastikan tidak ada satu pun anak yang merasa ditinggalkan atau dibedakan. Semoga santunan dan kebersamaan hari ini membawa keberkahan dan memicu semangat mereka untuk terus melangkah maju demi masa depan negeri," ujar H. Ahmad Darwis.
Acara penyerahan santunan berlangsung dengan khidmat. Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, serta kemajuan pendidikan dan generasi muda di Kabupaten Mempawah.
Melalui kegiatan ini, MIN 1 Mempawah kembali membuktikan bahwa madrasah bukan hanya tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga rahim bagi tumbuhnya rasa empati, cinta kasih, dan nilai-nilai kemanusiaan yang inklusif sejak dini.
1 Komentar
Tinggalkan Komentar