Keutamaan Memiliki Hati Yang Bersih Dari Kedengkian Terhadap Sesama Muslim

20 Jan 2026 Akhlak administrator 14 kali diakses
Keutamaan Memiliki Hati Yang Bersih Dari Kedengkian Terhadap Sesama Muslim
Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ أَبْدَالَ أُمَّتِي لَمْ يَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِالْأَعْمَالِ، وَلَكِنْ يَدْخُلُوهَا بِرَحْمَةِ اللَّهِ، وَسَخَاوَةِ النَّفْسِ، وَسَلَامَةِ الصَّدْرِ، وَالرَّحْمَةِ لِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ»
"Sesungguhnya wali abdal (hamba Allah yang istimewa) dari umatku tidak masuk surga karena amal mereka, tetapi mereka masuk surga karena rahmat Allah, kemurahan hati, kesucian hati, dan kasih sayang kepada semua muslim." (HR. Thabrani). 
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu: Kami sedang duduk bersama Rasulullah ﷺ, beliau bersabda:
«يَطْلُعُ عَلَيْكُمُ الْآنَ مِنْ هَذَا الْفَجِّ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ»
"Sekarang akan muncul seorang dari penduduk surga."
Lalu muncul seorang laki-laki Anshar, jenggotnya masih basah karena wudhu, dia menggantungkan sandal di tangan kirinya.
Keesokan harinya, Nabi ﷺ mengucapkan hal yang sama, dan laki-laki itu muncul lagi.
Hari ketiga, Nabi ﷺ mengucapkan hal yang sama, dan laki-laki itu muncul lagi.
Abdullah bin Amr bin Al-'Ash mengikuti laki-laki itu dan berkata: "Aku bertengkar dengan ayahku dan aku bersumpah tidak akan menemuinya selama tiga hari. Aku menginap bersamamu tiga malam."
Abdullah bin Amr berkata: "Aku tidak melihat dia melakukan amalan khusus, hanya saja dia berdzikir dan bertakbir sebelum tidur dan sebelum shalat subuh."
Aku bertanya: "Apa yang membuatmu menjadi penduduk surga?"
Dia menjawab: "Aku tidak memiliki rasa dengki dan kebencian kepada muslim lain, dan aku tidak hasad kepada mereka."
Abdullah bin Amr berkata: "Inilah yang membuatmu menjadi penduduk surga, dan ini adalah amalan yang tidak bisa kami lakukan." (HR. Thabrani). 
Diriwayatkan dari Iyas bin Mu'awiyah bin Qurrah radhiyallahu 'anhu, dia berkata:
«كَانَ أَفْضَلُهُمْ عِنْدَهُمْ أَسْلَمَهُمْ صُدُورًا، وَأَقَلَّهُمْ غَيْبَةً»
"Orang yang paling utama di antara mereka (sahabat) adalah yang paling bersih hatinya dan paling sedikit bergibah." (HR. Thabrani). 
Diriwayatkan dari Sufyan bin Uyainah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku mendengar Ibnu Talik berkata: Dikatakan kepada Ka'ab Al-Ahbar: "Apa contoh orang yang tidur yang diampuni dan orang yang bangun yang disyukuri?" Ka'ab menjawab:
«رَجُلٌ قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَدَعَا لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ وَهُوَ نَائِمٌ، فَغَفَرَ اللَّهُ لِلنَّائِمِ بِدُعَاءِ الْقَائِمِ وَشَكَرَ لِلْقَائِمِ نَصِيحَتَهُ لِلنَّائِمِ»
"Orang yang bangun malam dan mendoakan saudaranya dengan tulus (ketika saudaranya) sedang tidur, maka Allah mengampuni (saudaranya) yang tidur karena doa orang yang bangun, dan Allah mensyukuri orang yang bangun karena harapan baiknya kepada orang yang tidur." (HR. Thabrani). 
Referensi:
مكارم الأخلاق للطبراني، صفحة 336 مكتبة دار الكتب العلمية
Grup WA: Kumpulan Faedah
Kembali