Beberapa Keutamaan Berkaitan dengan Perselisihan

20 Jan 2026 Akhlak administrator 10 kali diakses
Beberapa Keutamaan Berkaitan dengan Perselisihan
Keutamaan Mendamaikan (Melerai) Pertengkaran di Antara Manusia
Diriwayatkan dari Abu Darda' radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: 
«أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّيَامِ وَالصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ؟» ، قَالُوا: بَلَى قَالَ: «صَلَاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ، وَفَسَادُ ذَاتِ الْبَيْنِ هِيَ الْحَالِقَةُ»
"Maukah aku beritahu kalian tentang amalan yang lebih utama daripada puasa, shalat, dan sedekah?" Para sahabat menjawab, "Tuhanku, beritahu kami!" Beliau bersabda: "Mendamaikan (milerai) pertengkaran di antara manusia. Karena pertengkaran itu adalah pencukur (agama)." (HR. At-Thabrani). 

Keutamaan Menghidupkan (Menegakkan) Hak-Hak
Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: 
«مَنْ أَنْعَشَ حَقًّا بِلِسَانِهِ مُجْرًى لَهُ أَجْرُهُ حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُوَفِّيَهُ ثَوَابَهُ»
"Barangsiapa yang menghidupkan (menegakkan) hak dengan lisannya, maka dia akan terus mendapatkan pahalanya sampai dia menghadap Allah di hari kiamat dan Allah akan membalasnya dengan sempurna." (HR. At-Thabrani).

Keutamaan Menolong Orang yang Dizalimi
Diriwayatkan dari Barra' bin Azib radhiyallahu 'anhu, dia berkata: 
«أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِنُصْرَةِ الْمَظْلُومِ»
"Rasulullah ﷺ memerintahkan kami untuk menolong orang yang dizalimi." (HR. At-Thabrani).
Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: 
«انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا» ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْصُرُهُ مَظْلُومًا، فَكَيْفَ أَنْصُرُهُ ظَالِمًا؟ قَالَ: «تَرُدُّهُ عَنِ الظُّلْمِ»
"Tolonglah saudaramu, baik dia sedang berbuat zalim atau dizalimi." Aku (Anas) bertanya, "Wahai Rasulullah, aku mengerti menolongnya jika dia dizalimi, tapi bagaimana aku menolongnya jika dia berbuat zalim?" Beliau menjawab, "Dengan mencegahnya dari berbuat zalim." (HR. At-Thabrani).

Keutamaan Mencegah Orang yang Berbuat Zalim
Diriwayatkan dari Qais bin Abi Hazim radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku mendengar Abu Bakar As-Siddiq radhiyallahu 'anhu, berkata, 
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ تْقَرَءُونَ هَذِهِ الْآيَةَ {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُمُ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ} [المائدة: 105] وَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوُا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ يُوشِكُ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللَّهُ مِنْهُ بِعِقَابٍ»
"Wahai manusia, kalian membaca ayat ini: 'Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu! Orang yang sesat itu tidak akan memberimu mudarat apabila kamu telah mendapat petunjuk.' (QS. Al-Mai'dah: 105). Tapi aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Jika manusia melihat orang zalim dan tidak mencegahnya, maka Allah akan segera melimpahkan azab kepada mereka semua.'" (HR. At-Thabrani).
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: 
" إِذَا رَأَيْتُمْ أُمَّتِي تَهَابُ الظَّالِمَ أَنْ تَقُولَ لَهُ: إِنَّكَ ظَالِمٌ، فَقَدْ تُوُدِّعَ مِنْهُمْ "
"Jika kalian melihat umatku takut mengatakan kepada orang zalim, 'Kamu orang zalim', maka ketahuilah bahwa mereka telah ditinggalkan (oleh Allah)." (HR. At-Thabrani).
Referensi:
مكارم الأخلاق للطبراني، صفحة 338 مكتبة دار الكتب العلمية
Grup WA: Kumpulan Faedah
Kembali